HMI CAB. SUMBAWA AKSI gelar Aksi Uyghur: PEMDA INNALILLAHIWAINNAILAIHI ROJIUN
HEAR YAKUSA.BLOGSPOT.COM: menindak lanjuti intruksi dari pengurus besar (PB) HMI dengan nomor Surat 403/A//Sek/04/144 H yang ditujukan kepada seluruh pengurus Badko HMI, pengurus HMI Cabang dan pengurus HMI Se-Indonesia untuk aksi terkait kasus muslim Uyghur di cina. Menaggapai hal itu Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sumbawa memutuskan untuk turun ke jalan dalam rangka aksi damai dan menyuarakan kepada pemerintah daerah pada khususnya dan masyarakat Sumbawa pada umumnya tentang apa yang terjadi dan dialami oleh saudara kita umat muslim Uyghur yang saat ini berada ti tiongkok cina (selasa,18/12/2018).
Muhammad Jaelani sebagai Kabid PU Cabang
sumbwa di tunjuk sebagai KORLAP dalam aksi damai tersebut, dengan rute
prjalanan titik berkumpul dari lapangan pahlawan kemudian masuk ke pusat kota
atau pertokoan, POLRES dan PEMDA. KORLAP Memaparkan “saya yakin banyak diantara
kita tidak tahu apa yang sedang terjadi menimpa saudara kita di Uyghur cina
sana”. Bangsa Indonesia dikenal dengan “the power of Socmed/kekuatan sosial
media” dengan parapan bisa membantu, minimal bantu do’a untuk saudara kita yang
disana. Uyghur menjerit “tolong kami wahai Dunia Islam”.!
Apakah kalian mempercayai
cina, hanya karena Negara itu memiliki ekonomi yang kuat..?
Jutaan muslim Uyghur
ditahan di kamp-kamp konsentrasi, mengapa dunia termasuk negaa-negara muslim bungkam,,? Kenapa tidak
ada kecaman dari pemerintah Indonesia, Malaysia, turki, arab Saudi, Qatar, dan Pakistan
terkadap pemerintah komunis Cina.?
Pertama: pemerintah
cina mengontrol dengan ketat media-medianya, apapun yang terjadi di cina tidak
serta merta disebarluaskan ke luar.
Ke dua: sebenarnya
banyak pemerintah Negara lain, trmasuk Negara-negara muslimyang mengetagui hal
ini, namun taka da satupun yang mengecam Cina. Hanya AS yang terang-terangan
mengecam Cina, itupun karena Cina adalah adalah rival dan pesaingnya. Padahal sejatinya
mereka sama, sama-sama penjahat HAM. Indonesia sebagai Negara muslim terbesar
yang memiliki hubungan bilateral yang baik dengan tiongkok, berharap dapat
berperan lebih strategis menyetop diskriminasi, intimidasi, dan persekusi yang
dialami oleh warga Uyghur. Hak untuk memeluk dan menjalankan ajaran agama
merupakan Hak Asasi Manusia KORLAP menambahkan.
Beberapa tindakan
Diskriminatif yang dialami oleh saudara kita Uyghur di Tiongkok diantaranya:
ü Pelarangan
orangtua Muslim menyelenggarakan kegiatan/rituak agama untuk anak mereka.
ü Pelarangan
memberi nama bayi dengan nama-nama islami, dengan ancaman tidak mendapatkan
akses kesehatan dan pendidikan.
ü Memerintahkan
seluruh muslim Uyghur untuk menyerahkan sajadah, mushab Al-Qur’an dan barang –barangyang
berkaitan dengan Islam.
ü Pemaksaan
warga muslim untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu partai
komunis
ü Memaksakan
warga muslim memakan babi dan minum alcohol.
Aspirasi inilah yang
coba di suarakan oleh HMI Cabang Sumbawa dalam Kesempatan tersebut, agar
masyarakat kota Sumbawa tidak menutup mata atas apa yang menimpa saudara muslim
kita disana. Aspirasi ini juga coba di bawa ke KANTOR PEMDA. Dalam kesempatan
itu itu ketua UMUM HMI CABANG SUMBAWA memaparkan tidak boleh ada pelanggaran
HAM dimanapun, termasuk di Tiongkok. Tindakan ini jelas bertentagan dengan
salah satu falsafah kkonfusianisme yang mengajarkan untuk salling hormat kepada
manusia. Deskriminasi tetap Deskriminasi dan tidak boleh dibiarkan.
Namun apa yang terjadi…?
Pihak PEMDA selaku
pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa tidak mererspon kedatangan kami. Bupati dan
wakil Bupati menolak bertemu dengan dalih bermacam-macam alasan. Padahal kami
dari HMI melakukan aksi damai terkait kasus Muslim Uyghur agar pemda itu
melek, uptudate. namun kita dikasih wejangan oleh Satpol PP. padahal sebelumnya
Fakultas Hukum dan Organisasi
Solodaritas Prempuan melakukan Demo dengan Isu “Buruh Migran” di depan kantor BUPATI dan ternyata pak bupati merespon dengan baik. dan itu belum beranjak satu jam dari kedatangan HMI ke kantor bupati.
Pertanyaan kami
sederhana…
Apa yang terjadi…?
Aksi damai kasus Muslim
Uyghur tapi dapat respo seperti ini…?
Ternyata Innalillahi
wainna ilaihi Rojiun 3X …..
Pemerintah Daerah Kami …
Pemerintah Daerah
Sumbawa..
Salah satu orang nomor
satu di kabupaten Sumbawa….
Apa salah kami, kami
hanya melakukan aksi damai, sampai pemerintah daerah kabupaten Sumbawa tidak bisa menemui kami. Kami cukup kecewa terhadap apa yang di janjikan, kami sudah lama
menunggu dari tadi di depan kantor ini namun tidak ada I’tikad baik dari
pemerintah. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami di tingkat internal kepada
pemerintah daerah. Merintah yang ingin menciptakan Sumbawa hebat bermartabat
hanya sebuah selogan dan selokan tegas. untu perlu di tekankan bahwa
ini bukan langkah akhir kami, ini baru kita mulai tunggu langkah kami
selanjutnya tegas ketua umum sebelum beranjak meninggalkan kantor bupati bersama para rombongan dan ucapan terimaksih beliau sampaikan kepada rekan-rekan kepolisian yang telah bersedia mengkawal aksi yang dilaksanakan oleh HMI ,…..
Jayalah HMI...
Jayalah MAHASISWA....


