Selasa, 30 Oktober 2018

Untukmu yang Merindukan Kebahagiaan



Tak ada yang menyesakan bagi seorang yang memendam rasa selain terus menerus mencekik diri dengan hayalan. Ia hanya mempu memeluk raga sang pujaan dalam maya, tanpa bisa menyentuh parasnya dalam nyata. Ia hanya sanggup menyebut nama sang kekasih dalam sepi, tidak dalam kata apalagi deklarasi. Hanya puisi-puisi mellow yang menjadi sahabat penghibur hati. Hanya dawai-dawai pedih yang menjadi teman pelipur lara. Pula,,, hanya mimpi-mimpi rindu yang menjadi karib pengusap sendu……….


Malang sekali….. cinta yang semestinya menghadirkan pesta, malah mengundang air mata. Malam terasa panjang sebab mata tak jua lelap. Siang terasa lelah karena harapan tak jua usai. Sekali lagi, malang sekali orang-orang yang mencintai dalam diam. Hehehheeeeeehehheeeeeeee……


Duhai…….. ingin aku bertakziah, menegok senyummu yang tak lagi hidup. Mengucapkan belasungkawa atas tawa yang sudah redup.  Dan mati di bunuh sepi, . aaiiiiiiisssshhhhhhh…..

Sebenarnya orang-orang yang menyedihkan seperti itu adalah budak-budak rasa. Mengabdikan diri pada perintah hati. Padahal seharusnya mereka sadar, selain hati Allah juga menganugrahkan akal. 

Hati itu ibarat busur, dan akal adalah penariknya. Hati itu seolah musafir, maka akal adalah pemandunya. Juga, hati itu seperti mobil, lalu akal adalah pengemudinya. 

Jadi, mengapa kita bersedih karena rasa yang terbendung..? jawabanya sebab, kita menjadikan perasaan sebagai tuan dan tak mengakui akal sebagai pahlawan. Orang-orang boleh bilang bahwa hati tidak bisa memilih, sebab ia seperti hujan yang jatuh pada tempat yang ia tuju. Namun… pikirkan…!!! Kita ini bukan hujan, kan..? kita ini manusia. Mahluk terbaik yang dihadiahi akal oleh Allah. Naahh ….jika  seandainya hati terperosok dan tak bisa bangkit karena perasaan, mungkin ada yang tidak beres dengan akal mu. Periksa ….!!! Hehehehheeeee

Yang ingin kutanyakan padamu adalah….. apakah kamu akan menerima, seseorang yang kedatanganya tak pernah kau tunggu? Apakah kamu akan mengangguk, saat ia menawarkan ikrar suci tapi dihatimu ada yang lain? Apakah kamu justru akan menggelengkan kepala, menolak hanya alasan tidak cinta padahal dia baik..? 

Wahai …. Para penghamba perasaan, sudah jelas Rosulullah mengingatkan bahwa, akan terjadi fitnah dan musibah besar tatkala kita menepis uluran tangan dari seseorang yang shaleh dan baik agamanya. Duhai engkau para abdi si merah jambu, bukankah al-faruq ‘Umar Ibnu khatab pernah bertanya, “jika cinta menajdi alasan sebuah pernikahan, lantas dimana letak iman? Dimana…?

Sungguh seba’da nikah, yang kau butuhkan bukan lagi paras menawan, tetapi senyum ramah yang menentramkan. Demi Allah setelah ijab Qobul, yang kau butuhkan bukan lagi puisi-puisi indah, namun ucapan santun dan bincangan penuh hikmah. Wallahi pasca para saksi berkata ‘sah’yang kau butuhkan bukan lagi senandung lagu-lagu romantic, tetapi seseorang yang siap mendampingi dalam kehidupan pahit maupun manis. 

Tak apa jika kamu ingin menikah dengan dia yang kamu cintai. Tak apa, justru bagus. Namun tatkala dia tidak mencintai mu, jangan memaksa, apalagi menunggu padahal usia terus bertambah. Padahal yang di tunggu boro-boro mau datang, kamu yang sudah tersengal-sengal mengejar cintanya pun malah diabaikan. Dan heiiiyyy kamu… memilih untuk menampung harapan pada orang seperti itu.?

Untuk kamu yang merindukan bahagia, jika hati kita sudah disesaki oleh selain-Nya maka ber-istigfarlah mohon ampun kepada Allah. Sebab jangan sampai Dia cemburu dengan rasa-rasa yang di rawat tanpa melibatkn-Nya. Gantungkan tali harapanya hanya kepada-Nya. Tidak kepada selain-Nya. Karena apa..? karena mahluk tak punya apa-apa, tak bisa apa-apa dan apalagi memberi apa-apa. 

Mari kita jadikanlah Allah sebagai alasan. Ayuk, kita jadikan surga sebagai tujuan. Semoga dengan begitu, kisahmu tak akan serumit ini. Sederhana. Persis sebagai gadis jelita yang menerima pinangan Julaibib, lelaki miskin yang buruk di rupa namun tampan di hati. Mengapa…? Sebab ia menerimanya dengan keutuhan cinta. Karena Allah.


Untuk KOHATI dari Yunda Dedeh Cabang Bandung

KOHATI cabang Sumbawa kedatangan Yunda Dedeh dari bandung, yunda dedeh merupakan perempuan yang cerdas, aktif, punya prinsip dan memiliki pandangan jauh kedepan. Kedatangan beliau ke Sumbawa karena menghadiri salah satu acara yang di selenggarakan di desa Lape. Pada kesempatan tersebut beliau bertemu dengan Ketua KOHATI Cabang Sumbawa Dina Supiani dan berbincang-bincang. Dari perbincangan tersebut beliau memutuskan untuk mampir dan berdiskusi dengan kader KOHATI lainya di Sekret HMI Cabang Sumbawa yang berada di Desa Nijang Selasa 21/09/2018. 


            Dari diskusi tersebut beliau memberikan begitu banyak motivasi yang begitu menggugah, selain dari pada itu beliau juga berbagi pengalaman kepada kami, tentang bagaimana perjalanan beliau di HMI dan KOHATI. Kehadiran KOHATI dalam tubuh HMI bukanlah tanpa sebab dan tujuan yang hendak dicapai. Sejarah telah banyak mengisahkan bagaimana tindak tanduk pergolakan yang pernah terjadi, sehingga KOHATI dibentuk dan berdiri sebagai suatu lembaga khusus yang sifatnya semi otonom dalam jaring-jaring struktur tubuh HMI. Mata rantai sejarah tidak bisa menutup mata bahwa lahirnya HMI untuk mengangkat derajat bangsa Indonesia, serta untuk menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam tambah Yunda Dedeh.
Peran sesungguhnya ketika berada di KOHATI, dan bagimana peran beliau sebagai seorang ibu terhadap anak-anaknya dan juga sebagai seorang Istri terhadap suaminya. KOHATI harus mampu menjaga Kekohatian pada dirinya, karean ketika KOHATI berprilaku yang berbanding terbalik dengan teorinya maka dia adalah kader yang gagal. intinya sebagai seorang perempuan yang telah di didik dan di gembleng di Organisasi yaitu HMI dan sekaligus oleh KOHATI tidak boleh menghilangkan mahrwah atau Esensidari organisasi. 


Beliau juga bercerita bagaimana mengarahkan anaknya untuk selalu aktif di HMI terlepas dari semua aktivitas kampusnya. beliau berakata bahwa jika di HMI tantangannya lebih besar di bandingkan dengan di kampus, maka pilih HMI. Ketika anak-anak beliau khawatir dengan IP beliau menjelaskan IP merupakan hasil dari ihktiar mu namun, Network merupakan hal yang paling penting dalam kita menjalani kehidupan.


“Adapun pesan beliau kepada kami kohati bahwa ikutilah proses di HMI, ikutilah jenjang yang ada di HMI karena hal yang paling saya sesalkan adalah karena saya tidak mengikuti jenjang di HMI dan hal semacam itu tidak akan terjadi pada anak saya. Untuk adek-adek Kohati tentukan dari sekarang mau jadi perempuan seperti apa ke depanya, rencanakan dari sekarang, lakukan kemudian evaluasi.
Singkat diskusi tersebut kemudian kami lanjutkan untuk berjalan –jalan menuju istana dalam loka dan melihat-lihat peninggalan sejarah kesultanan sumbawa, setelah itu kami Foto bersama, kemudian beliau pamit karena beliau akan segera terbang ke aceh pada pukul 2:00 siang.  

Jumat, 12 Oktober 2018

PANGLIMA HMI 2018/2019






“PANGLIMA HMI”
CABANG SUMBAWA
2018/2019


Jalan hidupmu adalah pilihan.
Maafkan kami yang sempat tidak yakin kepadamu mu.
Maafkan kami yang sempat menolak mu.
Maafkan kami yang sempat meragukan mu.
Maafkan kami karena telah membuatmu kecewa sebelumnya.

Terimakasih kaena engkau telah melalui hari ini dan hari esokmu bersama kami.
Terimakasih karena engkau telah meninggalkan dunia yang beraneka yang sejatinya engkau dambakan.
Terimakaksih karena engkau melalui hari yang berat bersama kami.
Terimakasih karena engkau telah memutuskan bertahan dengan sabar disini.

Engkau telah menukar masa depan mu yang menjanjikan dengan bersama kami di sini dengangan penuh perjuangan, ketabahan, dan keprihatinan yang mendalam.
Engkau memilih untuk tidak memasuki dunia yang menjanjikan, walaupun kecerdasanmu memungkinkanya.

Kamu memilih untuk tidak makan yang enak-enak seperti yang ada di café, ataupun warung nasi.
Kamu memutuskan untuk makan siang dan makan malam adalah nasi yang dimasak dini hari.
Engkau memilih untuk tidak tidur di tempat yang bagus.
Namun engkau memilih untuk tidur seadanya bersama rekan-rekan mu.

Hari ini engkau berdiri , dengan gagah .
Hari ini engkau rentangkan sayap mu.
Hari ini juga engkau telah membuktikan.
hari ini juga kami telah menyaksikan.
Jargon yang selalu engkau dengung-dengungkan “Change Makker”.
Menjadi pemicu semangat mu.
Sehingga engkau mampu membawa kami dari keterpurukan masa lalu.
Terimakasih…

Kami rekan dan bawahan mu.
Akan memberi penghormatan kebesaran buat mu.
Kisah hidup mu akan dibacakan.
Dari generasi ke generasi..
Jayalah engkau panglima HMI