Rabu, 01 Januari 2025

Jumat, 11 Juni 2021


 

HUKUM SELFIE

Oleh Adhe Ilham bint Ilyas

Dalam dunia keilmuan islam, tidak semuanya bisa menangkap maksud yang ada pada dalil Alquran dan hadist. Hanya para imam mazhab yang bisa melakukan itu. Merumuskan dalil-dalil menjadi 5 dasar hukum untuk kita. Yaitu wajib, sunnah, makruh, mubah dan haram, dengan kata lain kita nggak boleh.   Zaman ini banyak ustad menyuruh kita kembali kepada alquran dan hadist, merumuskan langsung dalil dari alquran dan hadist, akhirnya banyak yang salah. Ada juga ustadt kalau di Tanya hukum langsung jawab “kalau di alquran ayatnya ini, hadisnya ini” keliatanya keren kan.? Tapi justru yang kayak gini tidak ilmiah jawabnya dan Yang ilmiah itu  ya kasih refrensi dari kitab ulama mana.

seperti contoh kasus Hukum selfie bagi muslimah, ukhty atau akhwat, Saya sangat menghargai sebagian muslimah yang memilih untuk tidak mengupload fotonya di media social. Itu adalah pilihan pribadi yang tidak untuk dipermasalahkan. Yang jadi masalah saat ini adalah ketika ada yang dengan gampang menyimpulkan tindakan tersebut haram tanpa alasan yang kuat. Apa hatinya betul-betul gelap sehingga dia tidak bisa membedakan antara foto yang sopan dan wajar serta tidak menampakan aurat dengan foto yang memamerkan aurat atau foto provokatif.? Atau jangan-jangan dia mengidap hipersex sehingga melihat foto biasa langsung timbul syahwatnya. 

Pernyataan terkait haramnya hukum upload foto di media social dengan disertai dalil “tanpa” kajian tersebut mungkin tidak penting bagi sebagian orang yang cuek soal fiqih, tapi sangat penting bagi sebagian lainya yang ingin beragama dengan baik tooh.? Tapi tepatkah pernyataan seperti itu.? 

adalah aurat dalam hadist riwayat imam tirmidzi memang di sebutkan bahwa wanita adalah aurat, jika mereka keluar makan setan membuatnya indah di pandang, namun hadist ini tidak terkait dengan masalah foto di medsos. Maksud hadist ini adalah seorang wanita sebaiknya tidak keluar rumah kecuali jika ada kebutuhan, karena setiap wanita keluar rumah, maka setan-setan akan menampakan mereka sebagai mahluk yang menggoda bagi laki-laki yang jelalatan matanya. 

Perlu diingat bahwa hadist ini muncul dalam latar belakang dunia belasan abad lalu, yang dimana saat itu sangat tidak ramah bagi wanita untuk berada di luar rumah, sebab para wanita saat itu selalu menjadi objek, sangat jarang menjadi subjek. Kata aurat dalam hadist tersebut juga tidak bisa diartikan sebagai sesuatu yang wajib di tutupi setiap waktu. Andaikata diartikan begitu, harusnya perempuan di larang mutlak untuk keluar rumah kecuali darurat (nyawa terancam). Sebab aurat tidak boleh diperlihatkan sama sekali secara mutlak kecuali darurat. Tidak boleh perempuan ke pasar, bahkan segala aktivitas apapun di luar rumah tetap tidak boleh. Sebab mereka sendiri dianggap aurat. Hhhhmmmmmmmm….

Peduli setebal apapun pakaian yang disebut syar’i itu, tetap dilarang jika pemahamannya seperti itu.! Sebab bukan pakaiannya yang menjadi masalah, tapi perempuan itu sendiri sebagai mahluk yang setiap keluar beramsumsi di buntuti syetan. Siapa di zaman ini yang berfatwa seperti itu.? Jika perempuan masih di perbolehkan keluar rumah untuk kebutuhan non-darurat, artinya mereka masih boleh terlihat.

Naaahhhh…. Jika boleh terlihat di dunia nyata, maka pasti boleh juga terlihat di dunia maya. Tapi ada batasan – batasan apa yang boleh terlihat dan apa yang tidak boleh terlihat dari seorang wanita, baik di duniat nyata maupun di duniat maya. Batasan –batasan inilah yang sebenarnya ditekankan dalam hadist itu agar tidak dilanggar. Jadi hadist tersebut tidak bisa serta merta dapat dijadikan alasan mengharamkan upload foto. 

Kemudian ada yang bilang, dilarang membantu laki-laki bermaksiat mata ataupun membangkitkan syahwatnya. Hhmmmmmmmmm….. dalam alquran dinyatakan bahwa seorang laki-laki wajib menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan. Termasuk yang diharamkan adalah aurat atau hal-hal yang menimbulkan syahwat baginya. Okelah untuk aurat bisa disepakati bahwa tidak boleh diperlihatkan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, namun untuk hal-hal yang menimbulkan syahwat, tidak bisa serta merta di larang dengan alasan dapat membantu laki-laki bermaksiat mata atau membuatnya bersyahwat. Perlu di lihat dulu apakah hal itu wajar menimbulkan syahwat atau tidak.!

Orang yang normal tidak akan timbul syahwatnya saat melihat foto-foto yang sopan, tidak provokatif, dan tidak menampakan aurat. Jika ternyata ada yang gejolak syahwatnya bangkit saat melihat foto yang tidak wajar, maka orang atau lelaki itulah yang wajib menundukan pandangan sedangkan pemilik foto tidak dapat dianggap berdosa karena kejadian tersebut. 

Adapun jika sekedar terbesit dalam pikiran bahwa foto yang dilihat bersifat cantik atau ganteng maka itu bukan syahwat sepanjang tidak sampai timbul dorongan atau fantasi XXX dengannya dalam pikiran. Andainnya ada yang menjadi pujian cantik/ganteng sebagai batasan munculnya syahwat, maka alangkah anehnya karena artinya seorang laki-laki yang merasa laki-laki lainnya tampan dan timbul syahwat mka ada kelainan (Homosexs), sebagaimana seorang wanita yang memuji perempuan lainnya cantik kemudian timbul syahwat maka dia (lesbian), atau ketika seseorang memiliki kelainan tertarik terhadap laki-laki dan perempuan maka dia (biseksual). 

Jadi sebenarnya hukum foto sama dengan hukum yang berlaku di dunia nyata, tidak ada hukum khusus bagi foto yang berbeda dari dunia nyata.  Apapun yang halal dilihat di dunia nyata, maka itu juga halal dilihat di dunia maya. Jika boleh jujur, justru apa yang terlihat di dunia maya lebih lemah efek syahwatnya, dari pada apa yang ada di dunia nyata, potensi zinahnya hampir di bilang tidak ada, dan di dunia nyata potensi zinahnya lebih besar, dan tentunya ini berbeda dengan di dunia maya. 

Apa yang menimbulkan syahwat jika dilihat secara langsung di dunia nyata, belum tentu menimbulkan syahwat jika dilihat fotonya saja. Lantas dari mana muncul anggapan atau pernyataan bahwa konsekuensi mengaupload foto adalah pasti haram tanpa terkecuali ? Dalil terkait foto maksimal hanya sampai pada tahap MAKRUH atau sebaiknya dihindari, tidak bisa sampai pada derajat HARAM.  Hukum upload foto di media social inipun tidak berbeda dengan hukum merekam aktivitas untuk dokumentasi acara atau pembuatan banner dan seluruh hal lain yang melibatkan foto. Kalau mengharamkan satu dari hal ini, maka harus diharamkan juga dong kasus yang lain sebab ILLATNYA kan sama. 


Semoga tulisan ini dapat membantu untuk lebih faham, dengan harapan terbuka jalan pikirannya😉.

 



Senin, 25 Februari 2019

REZIM THE POWER OF CHANGE

REZIM THE POWER OF CHANGE
Dokmentasi Moment Milad HMI ke-72


HEAR YAKUSA.COM_ satu semester  telah terlewatkan oleh HMI Cabang Sumbawa. Peleno yang dilakukan pada tanggal 20 Januari 2019 kemarin menghasilkan beberapa keputusan yang merupakan hasil dari pembahasan peleno 1 tersebut. HMI Cabang Sumbawa pada kepengurusan tahun ini di yang di naungi oleh SUHARDI sebagai KETUA UMUM, ARJONY sebagai SEKUM, MUHAMMAD RIDZUAN sebagai Kabid PU, MUHAMMAD JAELANI sebagai PAO, RUDIANSYAH sebagai Kabid PA, dan kepala bidang lainya yang menaungi HMI hari ini. 



            “The Change Makkers/ The Power of Change” adalah jargon dari kepengurusan HMI Cabang Sumbawa tahun ini. kalimat yang di tuangkan dalam bahasa inggris tersebut menjadi power tersendiri bagi kader HMI. Terbukti  dalam setengah priode kepengurusan HMI Cabang Sumbawa telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi HMI dan Khususnya bagi kadernya sendiri. 



            “The Change Makkers/The Power of Change” mampu menjadi motivasi tersendiri yang bisa mengubah dan membangunkan HMI Cabang Sumbawa dari keterpurukan satu tahun silam. Jargon yang kami gaungkan telah mampu kita realisasikan bahwa selama satu semerter kader HMI Cabang Sumbawa tidak pernah luput dari kegiatan HMI. Selama satu semerter ini HMI Cabang Sumbawa telah 4 kali melakukan LK 1, pengadaan Sekretariat HMI yang baru, pengadaan Lapak yang di rangkaikan dengan literasi, penguatan internal , penguatan karakter dan revolusi mental kader, kegiatan Follow Up, Upgreding, dan diskusi yang merupakan Kegiatan Rutin dari komisariat, serta kegiatan sosial lainya yang dimana HMI Cabang Sumbawa selalu terlibat secara langsung ke lapangan terkait dengan kondisi sosial seperti bencana Lombok, problem uruguy, banjir Empang, dan kegiatan sosial lainya. 



            Kendati dari apa yang telah dilakukan, tidak semua berjalan mulus seperti apa yang di bayangkan namun bagi HMI Cabang Sumbawa tantangan  adalah the Power of Change itu sendiri, dan dari tantangan itu HMI Cabang Sumbawa sudah mampu membentuk karakternya, baik pada Organisasi maupun pada diri kader itu sendiri. Selama satu semester HMI Cabang Sumbawa telah mampu membentangkan sayap di Sumbawa. Bahkan mayarakat awam pun tidak ada yang tidak mengenal HMI. 



            Memasuki Semester Ke Dua dari kepengurusan HMI Cabang Sumbawa, lebih menekan kan pada Program Wajib Organisasi salah satunya adalah melaksanakan Latihan Khusus Kohati  (LKK) Tingakat Nasional. Yang akan lakukan di akhir bulan April samapai bulan 5. Harapan kedepan semoga HMI Cabang Sumbawa selalu menjadi The Power of Change Untuk Organsasi dan kader nya serta untuk Sumbawa pada Umumnya. 



            Ucapan terimakasih kepada panglima HMI You are the Real of Power. wabilkhusus kepada Abangda Ketua Umum  Suhardi Safiollahon, We love you So Much. Jargon yang selama ini kita dengungkan telah mampu menjati senjata untuk kita melawan realita. WHMI is the best to Change of the Word. Thanks you so much for coming to us. 








Rezim The Change Mekkers
Jayalah HMI

Selasa, 18 Desember 2018

HMI CAB. SUMBAWA AKSI gelar Aksi Uyghur: PEMDA INNALILLAHIWAINNAILAIHI ROJIUN


HMI CAB. SUMBAWA AKSI gelar Aksi Uyghur: PEMDA INNALILLAHIWAINNAILAIHI ROJIUN


HEAR YAKUSA.BLOGSPOT.COM:  menindak lanjuti intruksi dari pengurus besar (PB) HMI dengan nomor Surat 403/A//Sek/04/144 H yang ditujukan  kepada seluruh pengurus Badko HMI, pengurus HMI Cabang dan pengurus HMI Se-Indonesia untuk aksi terkait kasus muslim Uyghur di cina. Menaggapai hal itu Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sumbawa  memutuskan untuk turun ke jalan dalam rangka aksi damai dan menyuarakan kepada pemerintah daerah pada khususnya dan masyarakat Sumbawa pada umumnya tentang apa yang terjadi dan dialami oleh saudara kita umat muslim Uyghur yang saat ini berada ti tiongkok cina (selasa,18/12/2018).


 Muhammad Jaelani sebagai Kabid PU Cabang sumbwa di tunjuk sebagai KORLAP dalam aksi damai tersebut, dengan rute prjalanan titik berkumpul dari lapangan pahlawan kemudian masuk ke pusat kota atau pertokoan, POLRES dan PEMDA. KORLAP Memaparkan “saya yakin banyak diantara kita tidak tahu apa yang sedang terjadi menimpa saudara kita di Uyghur cina sana”. Bangsa Indonesia dikenal dengan “the power of Socmed/kekuatan sosial media” dengan parapan bisa membantu, minimal bantu do’a untuk saudara kita yang disana. Uyghur menjerit “tolong kami wahai Dunia Islam”.!


Apakah kalian mempercayai cina, hanya karena Negara itu memiliki ekonomi yang kuat..?
Jutaan muslim Uyghur ditahan di kamp-kamp konsentrasi, mengapa dunia termasuk  negaa-negara muslim bungkam,,? Kenapa tidak ada kecaman dari pemerintah Indonesia, Malaysia, turki, arab Saudi, Qatar, dan Pakistan terkadap pemerintah komunis Cina.?

Pertama: pemerintah cina mengontrol dengan ketat media-medianya, apapun yang terjadi di cina tidak serta merta  disebarluaskan ke luar.

Ke dua: sebenarnya banyak pemerintah Negara lain, trmasuk Negara-negara muslimyang mengetagui hal ini, namun taka da satupun yang mengecam Cina. Hanya AS yang terang-terangan mengecam Cina, itupun karena Cina adalah adalah rival dan pesaingnya. Padahal sejatinya mereka sama, sama-sama penjahat HAM. Indonesia sebagai Negara muslim terbesar yang memiliki hubungan bilateral yang baik dengan tiongkok, berharap dapat berperan lebih strategis menyetop diskriminasi, intimidasi, dan persekusi yang dialami oleh warga Uyghur. Hak untuk memeluk dan menjalankan ajaran agama merupakan Hak Asasi Manusia KORLAP menambahkan.

Beberapa tindakan Diskriminatif yang dialami oleh saudara kita Uyghur di Tiongkok diantaranya:

ü  Pelarangan orangtua Muslim menyelenggarakan kegiatan/rituak agama untuk anak mereka.
ü  Pelarangan memberi nama bayi dengan nama-nama islami, dengan ancaman tidak mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan.
ü  Memerintahkan seluruh muslim Uyghur untuk menyerahkan sajadah, mushab Al-Qur’an dan barang –barangyang berkaitan dengan Islam.
ü  Pemaksaan warga muslim untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu partai komunis
ü  Memaksakan warga muslim memakan babi dan minum alcohol.

Aspirasi inilah yang coba di suarakan oleh HMI Cabang Sumbawa dalam Kesempatan tersebut, agar masyarakat kota Sumbawa tidak menutup mata atas apa yang menimpa saudara muslim kita disana. Aspirasi ini juga coba di bawa ke KANTOR PEMDA. Dalam kesempatan itu itu ketua UMUM HMI CABANG SUMBAWA memaparkan tidak boleh ada pelanggaran HAM dimanapun, termasuk di Tiongkok. Tindakan ini jelas bertentagan dengan salah satu falsafah kkonfusianisme yang mengajarkan untuk salling hormat kepada manusia. Deskriminasi tetap Deskriminasi dan tidak boleh dibiarkan.

Namun apa yang terjadi…?

Pihak PEMDA selaku pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa tidak mererspon kedatangan kami. Bupati dan wakil Bupati menolak bertemu dengan dalih bermacam-macam alasan. Padahal kami dari HMI melakukan aksi damai terkait kasus Muslim Uyghur agar pemda itu melek, uptudate. namun kita dikasih wejangan oleh Satpol PP. padahal sebelumnya  Fakultas Hukum dan Organisasi Solodaritas Prempuan melakukan Demo dengan Isu “Buruh Migran”  di depan kantor BUPATI dan  ternyata pak bupati merespon dengan baik. dan itu belum beranjak satu jam dari kedatangan HMI ke kantor bupati.



Pertanyaan kami sederhana…
Apa yang terjadi…?
Aksi damai kasus Muslim Uyghur tapi dapat respo seperti ini…?
Ternyata Innalillahi wainna ilaihi Rojiun 3X …..
Pemerintah Daerah Kami …
Pemerintah Daerah Sumbawa..
Salah satu orang nomor satu di kabupaten Sumbawa….

Apa salah kami, kami hanya melakukan aksi damai, sampai pemerintah daerah kabupaten Sumbawa tidak bisa menemui kami. Kami cukup kecewa terhadap apa yang di janjikan, kami sudah lama menunggu dari tadi di depan kantor ini namun tidak ada I’tikad baik dari pemerintah. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami di tingkat internal kepada pemerintah daerah. Merintah yang ingin menciptakan Sumbawa hebat bermartabat hanya sebuah selogan dan selokan tegas. untu perlu di tekankan bahwa ini bukan langkah akhir kami, ini baru kita mulai tunggu langkah kami selanjutnya tegas ketua umum sebelum beranjak meninggalkan kantor bupati bersama para rombongan dan ucapan terimaksih beliau sampaikan kepada rekan-rekan kepolisian yang telah bersedia mengkawal aksi yang dilaksanakan oleh HMI ,…..  

Jayalah HMI...
Jayalah MAHASISWA....


 

Selasa, 30 Oktober 2018

Untukmu yang Merindukan Kebahagiaan



Tak ada yang menyesakan bagi seorang yang memendam rasa selain terus menerus mencekik diri dengan hayalan. Ia hanya mempu memeluk raga sang pujaan dalam maya, tanpa bisa menyentuh parasnya dalam nyata. Ia hanya sanggup menyebut nama sang kekasih dalam sepi, tidak dalam kata apalagi deklarasi. Hanya puisi-puisi mellow yang menjadi sahabat penghibur hati. Hanya dawai-dawai pedih yang menjadi teman pelipur lara. Pula,,, hanya mimpi-mimpi rindu yang menjadi karib pengusap sendu……….


Malang sekali….. cinta yang semestinya menghadirkan pesta, malah mengundang air mata. Malam terasa panjang sebab mata tak jua lelap. Siang terasa lelah karena harapan tak jua usai. Sekali lagi, malang sekali orang-orang yang mencintai dalam diam. Hehehheeeeeehehheeeeeeee……


Duhai…….. ingin aku bertakziah, menegok senyummu yang tak lagi hidup. Mengucapkan belasungkawa atas tawa yang sudah redup.  Dan mati di bunuh sepi, . aaiiiiiiisssshhhhhhh…..

Sebenarnya orang-orang yang menyedihkan seperti itu adalah budak-budak rasa. Mengabdikan diri pada perintah hati. Padahal seharusnya mereka sadar, selain hati Allah juga menganugrahkan akal. 

Hati itu ibarat busur, dan akal adalah penariknya. Hati itu seolah musafir, maka akal adalah pemandunya. Juga, hati itu seperti mobil, lalu akal adalah pengemudinya. 

Jadi, mengapa kita bersedih karena rasa yang terbendung..? jawabanya sebab, kita menjadikan perasaan sebagai tuan dan tak mengakui akal sebagai pahlawan. Orang-orang boleh bilang bahwa hati tidak bisa memilih, sebab ia seperti hujan yang jatuh pada tempat yang ia tuju. Namun… pikirkan…!!! Kita ini bukan hujan, kan..? kita ini manusia. Mahluk terbaik yang dihadiahi akal oleh Allah. Naahh ….jika  seandainya hati terperosok dan tak bisa bangkit karena perasaan, mungkin ada yang tidak beres dengan akal mu. Periksa ….!!! Hehehehheeeee

Yang ingin kutanyakan padamu adalah….. apakah kamu akan menerima, seseorang yang kedatanganya tak pernah kau tunggu? Apakah kamu akan mengangguk, saat ia menawarkan ikrar suci tapi dihatimu ada yang lain? Apakah kamu justru akan menggelengkan kepala, menolak hanya alasan tidak cinta padahal dia baik..? 

Wahai …. Para penghamba perasaan, sudah jelas Rosulullah mengingatkan bahwa, akan terjadi fitnah dan musibah besar tatkala kita menepis uluran tangan dari seseorang yang shaleh dan baik agamanya. Duhai engkau para abdi si merah jambu, bukankah al-faruq ‘Umar Ibnu khatab pernah bertanya, “jika cinta menajdi alasan sebuah pernikahan, lantas dimana letak iman? Dimana…?

Sungguh seba’da nikah, yang kau butuhkan bukan lagi paras menawan, tetapi senyum ramah yang menentramkan. Demi Allah setelah ijab Qobul, yang kau butuhkan bukan lagi puisi-puisi indah, namun ucapan santun dan bincangan penuh hikmah. Wallahi pasca para saksi berkata ‘sah’yang kau butuhkan bukan lagi senandung lagu-lagu romantic, tetapi seseorang yang siap mendampingi dalam kehidupan pahit maupun manis. 

Tak apa jika kamu ingin menikah dengan dia yang kamu cintai. Tak apa, justru bagus. Namun tatkala dia tidak mencintai mu, jangan memaksa, apalagi menunggu padahal usia terus bertambah. Padahal yang di tunggu boro-boro mau datang, kamu yang sudah tersengal-sengal mengejar cintanya pun malah diabaikan. Dan heiiiyyy kamu… memilih untuk menampung harapan pada orang seperti itu.?

Untuk kamu yang merindukan bahagia, jika hati kita sudah disesaki oleh selain-Nya maka ber-istigfarlah mohon ampun kepada Allah. Sebab jangan sampai Dia cemburu dengan rasa-rasa yang di rawat tanpa melibatkn-Nya. Gantungkan tali harapanya hanya kepada-Nya. Tidak kepada selain-Nya. Karena apa..? karena mahluk tak punya apa-apa, tak bisa apa-apa dan apalagi memberi apa-apa. 

Mari kita jadikanlah Allah sebagai alasan. Ayuk, kita jadikan surga sebagai tujuan. Semoga dengan begitu, kisahmu tak akan serumit ini. Sederhana. Persis sebagai gadis jelita yang menerima pinangan Julaibib, lelaki miskin yang buruk di rupa namun tampan di hati. Mengapa…? Sebab ia menerimanya dengan keutuhan cinta. Karena Allah.


Untuk KOHATI dari Yunda Dedeh Cabang Bandung

KOHATI cabang Sumbawa kedatangan Yunda Dedeh dari bandung, yunda dedeh merupakan perempuan yang cerdas, aktif, punya prinsip dan memiliki pandangan jauh kedepan. Kedatangan beliau ke Sumbawa karena menghadiri salah satu acara yang di selenggarakan di desa Lape. Pada kesempatan tersebut beliau bertemu dengan Ketua KOHATI Cabang Sumbawa Dina Supiani dan berbincang-bincang. Dari perbincangan tersebut beliau memutuskan untuk mampir dan berdiskusi dengan kader KOHATI lainya di Sekret HMI Cabang Sumbawa yang berada di Desa Nijang Selasa 21/09/2018. 


            Dari diskusi tersebut beliau memberikan begitu banyak motivasi yang begitu menggugah, selain dari pada itu beliau juga berbagi pengalaman kepada kami, tentang bagaimana perjalanan beliau di HMI dan KOHATI. Kehadiran KOHATI dalam tubuh HMI bukanlah tanpa sebab dan tujuan yang hendak dicapai. Sejarah telah banyak mengisahkan bagaimana tindak tanduk pergolakan yang pernah terjadi, sehingga KOHATI dibentuk dan berdiri sebagai suatu lembaga khusus yang sifatnya semi otonom dalam jaring-jaring struktur tubuh HMI. Mata rantai sejarah tidak bisa menutup mata bahwa lahirnya HMI untuk mengangkat derajat bangsa Indonesia, serta untuk menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam tambah Yunda Dedeh.
Peran sesungguhnya ketika berada di KOHATI, dan bagimana peran beliau sebagai seorang ibu terhadap anak-anaknya dan juga sebagai seorang Istri terhadap suaminya. KOHATI harus mampu menjaga Kekohatian pada dirinya, karean ketika KOHATI berprilaku yang berbanding terbalik dengan teorinya maka dia adalah kader yang gagal. intinya sebagai seorang perempuan yang telah di didik dan di gembleng di Organisasi yaitu HMI dan sekaligus oleh KOHATI tidak boleh menghilangkan mahrwah atau Esensidari organisasi. 


Beliau juga bercerita bagaimana mengarahkan anaknya untuk selalu aktif di HMI terlepas dari semua aktivitas kampusnya. beliau berakata bahwa jika di HMI tantangannya lebih besar di bandingkan dengan di kampus, maka pilih HMI. Ketika anak-anak beliau khawatir dengan IP beliau menjelaskan IP merupakan hasil dari ihktiar mu namun, Network merupakan hal yang paling penting dalam kita menjalani kehidupan.


“Adapun pesan beliau kepada kami kohati bahwa ikutilah proses di HMI, ikutilah jenjang yang ada di HMI karena hal yang paling saya sesalkan adalah karena saya tidak mengikuti jenjang di HMI dan hal semacam itu tidak akan terjadi pada anak saya. Untuk adek-adek Kohati tentukan dari sekarang mau jadi perempuan seperti apa ke depanya, rencanakan dari sekarang, lakukan kemudian evaluasi.
Singkat diskusi tersebut kemudian kami lanjutkan untuk berjalan –jalan menuju istana dalam loka dan melihat-lihat peninggalan sejarah kesultanan sumbawa, setelah itu kami Foto bersama, kemudian beliau pamit karena beliau akan segera terbang ke aceh pada pukul 2:00 siang.