Selasa, 18 Desember 2018

HMI CAB. SUMBAWA AKSI gelar Aksi Uyghur: PEMDA INNALILLAHIWAINNAILAIHI ROJIUN


HMI CAB. SUMBAWA AKSI gelar Aksi Uyghur: PEMDA INNALILLAHIWAINNAILAIHI ROJIUN


HEAR YAKUSA.BLOGSPOT.COM:  menindak lanjuti intruksi dari pengurus besar (PB) HMI dengan nomor Surat 403/A//Sek/04/144 H yang ditujukan  kepada seluruh pengurus Badko HMI, pengurus HMI Cabang dan pengurus HMI Se-Indonesia untuk aksi terkait kasus muslim Uyghur di cina. Menaggapai hal itu Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sumbawa  memutuskan untuk turun ke jalan dalam rangka aksi damai dan menyuarakan kepada pemerintah daerah pada khususnya dan masyarakat Sumbawa pada umumnya tentang apa yang terjadi dan dialami oleh saudara kita umat muslim Uyghur yang saat ini berada ti tiongkok cina (selasa,18/12/2018).


 Muhammad Jaelani sebagai Kabid PU Cabang sumbwa di tunjuk sebagai KORLAP dalam aksi damai tersebut, dengan rute prjalanan titik berkumpul dari lapangan pahlawan kemudian masuk ke pusat kota atau pertokoan, POLRES dan PEMDA. KORLAP Memaparkan “saya yakin banyak diantara kita tidak tahu apa yang sedang terjadi menimpa saudara kita di Uyghur cina sana”. Bangsa Indonesia dikenal dengan “the power of Socmed/kekuatan sosial media” dengan parapan bisa membantu, minimal bantu do’a untuk saudara kita yang disana. Uyghur menjerit “tolong kami wahai Dunia Islam”.!


Apakah kalian mempercayai cina, hanya karena Negara itu memiliki ekonomi yang kuat..?
Jutaan muslim Uyghur ditahan di kamp-kamp konsentrasi, mengapa dunia termasuk  negaa-negara muslim bungkam,,? Kenapa tidak ada kecaman dari pemerintah Indonesia, Malaysia, turki, arab Saudi, Qatar, dan Pakistan terkadap pemerintah komunis Cina.?

Pertama: pemerintah cina mengontrol dengan ketat media-medianya, apapun yang terjadi di cina tidak serta merta  disebarluaskan ke luar.

Ke dua: sebenarnya banyak pemerintah Negara lain, trmasuk Negara-negara muslimyang mengetagui hal ini, namun taka da satupun yang mengecam Cina. Hanya AS yang terang-terangan mengecam Cina, itupun karena Cina adalah adalah rival dan pesaingnya. Padahal sejatinya mereka sama, sama-sama penjahat HAM. Indonesia sebagai Negara muslim terbesar yang memiliki hubungan bilateral yang baik dengan tiongkok, berharap dapat berperan lebih strategis menyetop diskriminasi, intimidasi, dan persekusi yang dialami oleh warga Uyghur. Hak untuk memeluk dan menjalankan ajaran agama merupakan Hak Asasi Manusia KORLAP menambahkan.

Beberapa tindakan Diskriminatif yang dialami oleh saudara kita Uyghur di Tiongkok diantaranya:

ü  Pelarangan orangtua Muslim menyelenggarakan kegiatan/rituak agama untuk anak mereka.
ü  Pelarangan memberi nama bayi dengan nama-nama islami, dengan ancaman tidak mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan.
ü  Memerintahkan seluruh muslim Uyghur untuk menyerahkan sajadah, mushab Al-Qur’an dan barang –barangyang berkaitan dengan Islam.
ü  Pemaksaan warga muslim untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu partai komunis
ü  Memaksakan warga muslim memakan babi dan minum alcohol.

Aspirasi inilah yang coba di suarakan oleh HMI Cabang Sumbawa dalam Kesempatan tersebut, agar masyarakat kota Sumbawa tidak menutup mata atas apa yang menimpa saudara muslim kita disana. Aspirasi ini juga coba di bawa ke KANTOR PEMDA. Dalam kesempatan itu itu ketua UMUM HMI CABANG SUMBAWA memaparkan tidak boleh ada pelanggaran HAM dimanapun, termasuk di Tiongkok. Tindakan ini jelas bertentagan dengan salah satu falsafah kkonfusianisme yang mengajarkan untuk salling hormat kepada manusia. Deskriminasi tetap Deskriminasi dan tidak boleh dibiarkan.

Namun apa yang terjadi…?

Pihak PEMDA selaku pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa tidak mererspon kedatangan kami. Bupati dan wakil Bupati menolak bertemu dengan dalih bermacam-macam alasan. Padahal kami dari HMI melakukan aksi damai terkait kasus Muslim Uyghur agar pemda itu melek, uptudate. namun kita dikasih wejangan oleh Satpol PP. padahal sebelumnya  Fakultas Hukum dan Organisasi Solodaritas Prempuan melakukan Demo dengan Isu “Buruh Migran”  di depan kantor BUPATI dan  ternyata pak bupati merespon dengan baik. dan itu belum beranjak satu jam dari kedatangan HMI ke kantor bupati.



Pertanyaan kami sederhana…
Apa yang terjadi…?
Aksi damai kasus Muslim Uyghur tapi dapat respo seperti ini…?
Ternyata Innalillahi wainna ilaihi Rojiun 3X …..
Pemerintah Daerah Kami …
Pemerintah Daerah Sumbawa..
Salah satu orang nomor satu di kabupaten Sumbawa….

Apa salah kami, kami hanya melakukan aksi damai, sampai pemerintah daerah kabupaten Sumbawa tidak bisa menemui kami. Kami cukup kecewa terhadap apa yang di janjikan, kami sudah lama menunggu dari tadi di depan kantor ini namun tidak ada I’tikad baik dari pemerintah. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami di tingkat internal kepada pemerintah daerah. Merintah yang ingin menciptakan Sumbawa hebat bermartabat hanya sebuah selogan dan selokan tegas. untu perlu di tekankan bahwa ini bukan langkah akhir kami, ini baru kita mulai tunggu langkah kami selanjutnya tegas ketua umum sebelum beranjak meninggalkan kantor bupati bersama para rombongan dan ucapan terimaksih beliau sampaikan kepada rekan-rekan kepolisian yang telah bersedia mengkawal aksi yang dilaksanakan oleh HMI ,…..  

Jayalah HMI...
Jayalah MAHASISWA....


 

Selasa, 30 Oktober 2018

Untukmu yang Merindukan Kebahagiaan



Tak ada yang menyesakan bagi seorang yang memendam rasa selain terus menerus mencekik diri dengan hayalan. Ia hanya mempu memeluk raga sang pujaan dalam maya, tanpa bisa menyentuh parasnya dalam nyata. Ia hanya sanggup menyebut nama sang kekasih dalam sepi, tidak dalam kata apalagi deklarasi. Hanya puisi-puisi mellow yang menjadi sahabat penghibur hati. Hanya dawai-dawai pedih yang menjadi teman pelipur lara. Pula,,, hanya mimpi-mimpi rindu yang menjadi karib pengusap sendu……….


Malang sekali….. cinta yang semestinya menghadirkan pesta, malah mengundang air mata. Malam terasa panjang sebab mata tak jua lelap. Siang terasa lelah karena harapan tak jua usai. Sekali lagi, malang sekali orang-orang yang mencintai dalam diam. Hehehheeeeeehehheeeeeeee……


Duhai…….. ingin aku bertakziah, menegok senyummu yang tak lagi hidup. Mengucapkan belasungkawa atas tawa yang sudah redup.  Dan mati di bunuh sepi, . aaiiiiiiisssshhhhhhh…..

Sebenarnya orang-orang yang menyedihkan seperti itu adalah budak-budak rasa. Mengabdikan diri pada perintah hati. Padahal seharusnya mereka sadar, selain hati Allah juga menganugrahkan akal. 

Hati itu ibarat busur, dan akal adalah penariknya. Hati itu seolah musafir, maka akal adalah pemandunya. Juga, hati itu seperti mobil, lalu akal adalah pengemudinya. 

Jadi, mengapa kita bersedih karena rasa yang terbendung..? jawabanya sebab, kita menjadikan perasaan sebagai tuan dan tak mengakui akal sebagai pahlawan. Orang-orang boleh bilang bahwa hati tidak bisa memilih, sebab ia seperti hujan yang jatuh pada tempat yang ia tuju. Namun… pikirkan…!!! Kita ini bukan hujan, kan..? kita ini manusia. Mahluk terbaik yang dihadiahi akal oleh Allah. Naahh ….jika  seandainya hati terperosok dan tak bisa bangkit karena perasaan, mungkin ada yang tidak beres dengan akal mu. Periksa ….!!! Hehehehheeeee

Yang ingin kutanyakan padamu adalah….. apakah kamu akan menerima, seseorang yang kedatanganya tak pernah kau tunggu? Apakah kamu akan mengangguk, saat ia menawarkan ikrar suci tapi dihatimu ada yang lain? Apakah kamu justru akan menggelengkan kepala, menolak hanya alasan tidak cinta padahal dia baik..? 

Wahai …. Para penghamba perasaan, sudah jelas Rosulullah mengingatkan bahwa, akan terjadi fitnah dan musibah besar tatkala kita menepis uluran tangan dari seseorang yang shaleh dan baik agamanya. Duhai engkau para abdi si merah jambu, bukankah al-faruq ‘Umar Ibnu khatab pernah bertanya, “jika cinta menajdi alasan sebuah pernikahan, lantas dimana letak iman? Dimana…?

Sungguh seba’da nikah, yang kau butuhkan bukan lagi paras menawan, tetapi senyum ramah yang menentramkan. Demi Allah setelah ijab Qobul, yang kau butuhkan bukan lagi puisi-puisi indah, namun ucapan santun dan bincangan penuh hikmah. Wallahi pasca para saksi berkata ‘sah’yang kau butuhkan bukan lagi senandung lagu-lagu romantic, tetapi seseorang yang siap mendampingi dalam kehidupan pahit maupun manis. 

Tak apa jika kamu ingin menikah dengan dia yang kamu cintai. Tak apa, justru bagus. Namun tatkala dia tidak mencintai mu, jangan memaksa, apalagi menunggu padahal usia terus bertambah. Padahal yang di tunggu boro-boro mau datang, kamu yang sudah tersengal-sengal mengejar cintanya pun malah diabaikan. Dan heiiiyyy kamu… memilih untuk menampung harapan pada orang seperti itu.?

Untuk kamu yang merindukan bahagia, jika hati kita sudah disesaki oleh selain-Nya maka ber-istigfarlah mohon ampun kepada Allah. Sebab jangan sampai Dia cemburu dengan rasa-rasa yang di rawat tanpa melibatkn-Nya. Gantungkan tali harapanya hanya kepada-Nya. Tidak kepada selain-Nya. Karena apa..? karena mahluk tak punya apa-apa, tak bisa apa-apa dan apalagi memberi apa-apa. 

Mari kita jadikanlah Allah sebagai alasan. Ayuk, kita jadikan surga sebagai tujuan. Semoga dengan begitu, kisahmu tak akan serumit ini. Sederhana. Persis sebagai gadis jelita yang menerima pinangan Julaibib, lelaki miskin yang buruk di rupa namun tampan di hati. Mengapa…? Sebab ia menerimanya dengan keutuhan cinta. Karena Allah.


Untuk KOHATI dari Yunda Dedeh Cabang Bandung

KOHATI cabang Sumbawa kedatangan Yunda Dedeh dari bandung, yunda dedeh merupakan perempuan yang cerdas, aktif, punya prinsip dan memiliki pandangan jauh kedepan. Kedatangan beliau ke Sumbawa karena menghadiri salah satu acara yang di selenggarakan di desa Lape. Pada kesempatan tersebut beliau bertemu dengan Ketua KOHATI Cabang Sumbawa Dina Supiani dan berbincang-bincang. Dari perbincangan tersebut beliau memutuskan untuk mampir dan berdiskusi dengan kader KOHATI lainya di Sekret HMI Cabang Sumbawa yang berada di Desa Nijang Selasa 21/09/2018. 


            Dari diskusi tersebut beliau memberikan begitu banyak motivasi yang begitu menggugah, selain dari pada itu beliau juga berbagi pengalaman kepada kami, tentang bagaimana perjalanan beliau di HMI dan KOHATI. Kehadiran KOHATI dalam tubuh HMI bukanlah tanpa sebab dan tujuan yang hendak dicapai. Sejarah telah banyak mengisahkan bagaimana tindak tanduk pergolakan yang pernah terjadi, sehingga KOHATI dibentuk dan berdiri sebagai suatu lembaga khusus yang sifatnya semi otonom dalam jaring-jaring struktur tubuh HMI. Mata rantai sejarah tidak bisa menutup mata bahwa lahirnya HMI untuk mengangkat derajat bangsa Indonesia, serta untuk menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam tambah Yunda Dedeh.
Peran sesungguhnya ketika berada di KOHATI, dan bagimana peran beliau sebagai seorang ibu terhadap anak-anaknya dan juga sebagai seorang Istri terhadap suaminya. KOHATI harus mampu menjaga Kekohatian pada dirinya, karean ketika KOHATI berprilaku yang berbanding terbalik dengan teorinya maka dia adalah kader yang gagal. intinya sebagai seorang perempuan yang telah di didik dan di gembleng di Organisasi yaitu HMI dan sekaligus oleh KOHATI tidak boleh menghilangkan mahrwah atau Esensidari organisasi. 


Beliau juga bercerita bagaimana mengarahkan anaknya untuk selalu aktif di HMI terlepas dari semua aktivitas kampusnya. beliau berakata bahwa jika di HMI tantangannya lebih besar di bandingkan dengan di kampus, maka pilih HMI. Ketika anak-anak beliau khawatir dengan IP beliau menjelaskan IP merupakan hasil dari ihktiar mu namun, Network merupakan hal yang paling penting dalam kita menjalani kehidupan.


“Adapun pesan beliau kepada kami kohati bahwa ikutilah proses di HMI, ikutilah jenjang yang ada di HMI karena hal yang paling saya sesalkan adalah karena saya tidak mengikuti jenjang di HMI dan hal semacam itu tidak akan terjadi pada anak saya. Untuk adek-adek Kohati tentukan dari sekarang mau jadi perempuan seperti apa ke depanya, rencanakan dari sekarang, lakukan kemudian evaluasi.
Singkat diskusi tersebut kemudian kami lanjutkan untuk berjalan –jalan menuju istana dalam loka dan melihat-lihat peninggalan sejarah kesultanan sumbawa, setelah itu kami Foto bersama, kemudian beliau pamit karena beliau akan segera terbang ke aceh pada pukul 2:00 siang.  

Jumat, 12 Oktober 2018

PANGLIMA HMI 2018/2019






“PANGLIMA HMI”
CABANG SUMBAWA
2018/2019


Jalan hidupmu adalah pilihan.
Maafkan kami yang sempat tidak yakin kepadamu mu.
Maafkan kami yang sempat menolak mu.
Maafkan kami yang sempat meragukan mu.
Maafkan kami karena telah membuatmu kecewa sebelumnya.

Terimakasih kaena engkau telah melalui hari ini dan hari esokmu bersama kami.
Terimakasih karena engkau telah meninggalkan dunia yang beraneka yang sejatinya engkau dambakan.
Terimakaksih karena engkau melalui hari yang berat bersama kami.
Terimakasih karena engkau telah memutuskan bertahan dengan sabar disini.

Engkau telah menukar masa depan mu yang menjanjikan dengan bersama kami di sini dengangan penuh perjuangan, ketabahan, dan keprihatinan yang mendalam.
Engkau memilih untuk tidak memasuki dunia yang menjanjikan, walaupun kecerdasanmu memungkinkanya.

Kamu memilih untuk tidak makan yang enak-enak seperti yang ada di café, ataupun warung nasi.
Kamu memutuskan untuk makan siang dan makan malam adalah nasi yang dimasak dini hari.
Engkau memilih untuk tidak tidur di tempat yang bagus.
Namun engkau memilih untuk tidur seadanya bersama rekan-rekan mu.

Hari ini engkau berdiri , dengan gagah .
Hari ini engkau rentangkan sayap mu.
Hari ini juga engkau telah membuktikan.
hari ini juga kami telah menyaksikan.
Jargon yang selalu engkau dengung-dengungkan “Change Makker”.
Menjadi pemicu semangat mu.
Sehingga engkau mampu membawa kami dari keterpurukan masa lalu.
Terimakasih…

Kami rekan dan bawahan mu.
Akan memberi penghormatan kebesaran buat mu.
Kisah hidup mu akan dibacakan.
Dari generasi ke generasi..
Jayalah engkau panglima HMI


Rabu, 26 September 2018

KOHATI DALAM SUDUT PANDANG FEMINISME

Kohati dalam Sudut Pandang Feminisme


KOHATI DALAM SUDUT PANDANG FEMINISME


HMICabangSumbawa47.com_: feminisme adalah suatu paham yang pertama kali dikenalkan oleh wanita-wanita dari bangsa eropa barat pada pertengahan abad 16-18 M. Kemudian merambat  dan dikonsumsi oleh beberapa kaum wanita di Indonesia. Secara umum berdasarkan pemahaman Kohati, feminisme adalah suatu paham atau geraka-gerakan untuk mencapai kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Sebagai reaksi yang timbul pada saat itu di Eropa barat, disebabkan adanya kesenjangan atau Gap antara hak-hak yang dimiliki oleh kaum laki-laki dan perempuan diantaranya hak diperlaukan adil, hak mendapatkan pendidikan dan pekerjaan. 

Di Indonesia pandangan orang-orang terdahulu bahwa perempuan tidak patut mendapat pendidikan tinggi ataupun pekerjaan layak seperti para laki-laki, karena tempat perempuan adalah di dapur dan di rumah untuk mengurus suami dan anak.

Pandangan seperti ini jelas merugikan perempuan. Saya sepakat dalam wilyah ini.

Paham-paham atau pendangan seperti inilah yang akhirnya mendorong lahirnya gerakan feminisme. Sperti yang di lakukan oleh Tokoh perempuan R.A Kartini.beliau sebagai penggerak dan pelopor dalam memperjuangkan hak perempuan agar mendapat pendidikan dan pekerjaan yang layak pada masa pemerintahan belanda.


Lama kelamaan faham ini melenceng dari tujuan yang sebenarnya. Lalu bagaimana Kohati Memandang Feminisme…?


Kohati memandang Feminisme bukan sebagai kesetaraan gender melainkan kohati memandangnya sebagai keadilan Gender, Menjadikan Islam sebagai aturan main. Sayang sekali kebanyakan dari wanita di luar sans dimasa sekarang ini Feminisme disalah artikan sebagai kebebasan perempuan secara sepenunya. Banyak sekali perempuan yang tersesat dalam pemikiran bahwa karena perempuan setara, maka perempuan bisa sama kuatnya secara fisik maupun kekuasaan dengan kaum laki-laki. Pandangan kaum feminisme menganggap bahwa kemulian wanita atau laki-laki ditentukan oleh kesetaraan hak dan kewajiban, yang berarti tolok ukurnya adalah kuantitas aktivitas, bukan kualitas.
Kaum feminisme terus melakukan propaganda dengan bungkusan-bungkusan indah seperti jargonya yang sangat meyakinkan “ memperjaungkan hak asasi perempuan dan ingin mengembalikan perempuan pada kursi yang mulia, memerdekakan perempuan dari ketertindasan, pengebirian potensi dan sejenisnya”.


Ide-ide feminisme adalah racun yang berbahaya dan mematikan. Memang benar, wanita harus di tempatkan pada kursi yang mulia. Agar kursi kemuliaan yang diraih adalah kemuliaan yang hakiki, maka cara yang digunakan untuk meraihnya adalah harus benar. Bukan dengan cara batil yang pada akhirnya hanya akan merusak Wanita. Kerusakan wanita akan menyebabkan kerusakan generasi selanjutnya.

Kohati menjelaskan Feminisme di Indonesia berdasarkan Islam

Kohati menjelaskan bahwa feminisme yang terjadi di Negara barat seperti eropa karena mereka menolak Islam. Budanya mereka merupakan samapah-samapah yang jauh dari kemuliaan. Dimana penindasan dilakukan terhadap perempuan seperti seks bebas, penganiaayaan, dan segala tindakan buruk lainya pada wanita eropa pada saat itu.

Di Indonesia R. A kartini sebagai penggerak feminisme. Kenapa demikian …? Karena pada masa itu Indonesia di jajah oleh bangsa belanda selama 3.5 abad atau 350 tahun. Selama itu pula orang-orang barat menanamkan budaya sampahnya di Indonesia, yang di kenal dengan istilah 3G (Gold, Glory dan Gospel).

Andaikata pada masa itu bangsa Eropa barat menerima Islam tentunya semua keburukan tidak akan terjadi, mereka tidak akan capek-capek berkoar untuk mendapat kemuliaan. Karena islam sangat memuliaan perempuan. Dalam suatu hadist di jelaskan tentang kemuliaan dan keagungan perempuan, namanya disebut sampai tiga kali menandakan penghormatanya, 3 anak perempuan kemudian ketia-tiganya solehah maka haram kedua orang tuanya terkena “percikan” api neraka, dan masih banyak lagi ayat-ayat dalam Al’Qur’an yang menjelaskan tentang perempuan diantaranya adalah surat Annisa.

Sekarang ini kaum feminism sedang gencar-gencarnya menuntut adanya undang-undang kesehatan Reproduksi Wanita. Yang salah satu poinya menuntut legalisasi aborsi. Gilaaaaa gak sieh….? Nanti yang adanya kumpul kebo’ dimana-mana, kalau hamil pasangannya bosen terus wanitanya di tinggal kemudian aborsi, binatang aja gak sampai kayak gitu.
Bahkan untuk menggoda para muslimah, saat ini muncul feminisme-feminisme beragama islam. Dalam propogandanya, mereka memanfaatkan kekuatan dalil Al-Qur’an dan hadist-hadist untuk menarik simpati. Mereka berusaha membenarkan ide-ide feminisme dengan dalil-dalil yang nampaknya syar’i untuk membenarkan asumsi mereka.

Sejatinya laki-laki dan perempuan itu adalah sama di hadapan Allah SWT  yang membedakan adalah tingkat Katakwaanya. Sekali lagi, satu-satunya jalan yang benar untuk meraih kemuliaan baik untuk laki-laki maupun wanita adalah Islam.. Lembaran-lembaran sejarah telah membuktikan keberhasilan islam dalam mengangkat manusia dari kebodohan menuju kursi kemuliaan.

Kemudian ada bertanya bagaimana Islam memandang wanita yang berkarir….?



Kohati menjelaskan berdasarkan pemahaman adapun hukum wanita berkarir dalam Islam yakni sah-sah saja. Pada masa khalifah Umar bint Khatab beliau mengangkat seorang perempuan sebagai kepala pasar di mekah pada masa itu. Bunda siti Aisyah setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, beliau terjun ke lapangan untuk berperang melawan orang-orang kafir. Begitulah indah dan Agungnya Islam, Dia mengatur dari hal yang kecil sampai persoalan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia. Seperti Perempuan, Islam mengaturnya dari dia sebelum menikah, setelah menikah, menjadi seorang istri, dan menjadi seorang ibu untuk anak-anakny, Islam mengatur semua itu.

Ada yang bertanya, bagaimana kalau suami kita tidak mengizinkan kita berkarir atau bekerja di luar rumah….? Bukanh seorang Istri yang baik harus mengikuti perintah suami…?


Saya tidak akan menjawab, tapi izinkan saya untuk mendiskripsikan semua ini. Apa sih hakikat manusia itu di ciptakan,,,? Kalau boleh KOHATI menjelaskan brdasarkan pemahaman boleh iyaaa... Hablumminallah dan Hablumminannas. Point yang kedua itu yakni memberi manfaat untuk orang lain dengan ilmu dan prilaku terbaik kita. Oleh karenanya perlu ada kesepakatan antara dua belah pihak sebelum menikah.


Jayalah Kohati
Bahagia HMI