Rabu, 26 September 2018

KOHATI DALAM SUDUT PANDANG FEMINISME

Kohati dalam Sudut Pandang Feminisme


KOHATI DALAM SUDUT PANDANG FEMINISME


HMICabangSumbawa47.com_: feminisme adalah suatu paham yang pertama kali dikenalkan oleh wanita-wanita dari bangsa eropa barat pada pertengahan abad 16-18 M. Kemudian merambat  dan dikonsumsi oleh beberapa kaum wanita di Indonesia. Secara umum berdasarkan pemahaman Kohati, feminisme adalah suatu paham atau geraka-gerakan untuk mencapai kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Sebagai reaksi yang timbul pada saat itu di Eropa barat, disebabkan adanya kesenjangan atau Gap antara hak-hak yang dimiliki oleh kaum laki-laki dan perempuan diantaranya hak diperlaukan adil, hak mendapatkan pendidikan dan pekerjaan. 

Di Indonesia pandangan orang-orang terdahulu bahwa perempuan tidak patut mendapat pendidikan tinggi ataupun pekerjaan layak seperti para laki-laki, karena tempat perempuan adalah di dapur dan di rumah untuk mengurus suami dan anak.

Pandangan seperti ini jelas merugikan perempuan. Saya sepakat dalam wilyah ini.

Paham-paham atau pendangan seperti inilah yang akhirnya mendorong lahirnya gerakan feminisme. Sperti yang di lakukan oleh Tokoh perempuan R.A Kartini.beliau sebagai penggerak dan pelopor dalam memperjuangkan hak perempuan agar mendapat pendidikan dan pekerjaan yang layak pada masa pemerintahan belanda.


Lama kelamaan faham ini melenceng dari tujuan yang sebenarnya. Lalu bagaimana Kohati Memandang Feminisme…?


Kohati memandang Feminisme bukan sebagai kesetaraan gender melainkan kohati memandangnya sebagai keadilan Gender, Menjadikan Islam sebagai aturan main. Sayang sekali kebanyakan dari wanita di luar sans dimasa sekarang ini Feminisme disalah artikan sebagai kebebasan perempuan secara sepenunya. Banyak sekali perempuan yang tersesat dalam pemikiran bahwa karena perempuan setara, maka perempuan bisa sama kuatnya secara fisik maupun kekuasaan dengan kaum laki-laki. Pandangan kaum feminisme menganggap bahwa kemulian wanita atau laki-laki ditentukan oleh kesetaraan hak dan kewajiban, yang berarti tolok ukurnya adalah kuantitas aktivitas, bukan kualitas.
Kaum feminisme terus melakukan propaganda dengan bungkusan-bungkusan indah seperti jargonya yang sangat meyakinkan “ memperjaungkan hak asasi perempuan dan ingin mengembalikan perempuan pada kursi yang mulia, memerdekakan perempuan dari ketertindasan, pengebirian potensi dan sejenisnya”.


Ide-ide feminisme adalah racun yang berbahaya dan mematikan. Memang benar, wanita harus di tempatkan pada kursi yang mulia. Agar kursi kemuliaan yang diraih adalah kemuliaan yang hakiki, maka cara yang digunakan untuk meraihnya adalah harus benar. Bukan dengan cara batil yang pada akhirnya hanya akan merusak Wanita. Kerusakan wanita akan menyebabkan kerusakan generasi selanjutnya.

Kohati menjelaskan Feminisme di Indonesia berdasarkan Islam

Kohati menjelaskan bahwa feminisme yang terjadi di Negara barat seperti eropa karena mereka menolak Islam. Budanya mereka merupakan samapah-samapah yang jauh dari kemuliaan. Dimana penindasan dilakukan terhadap perempuan seperti seks bebas, penganiaayaan, dan segala tindakan buruk lainya pada wanita eropa pada saat itu.

Di Indonesia R. A kartini sebagai penggerak feminisme. Kenapa demikian …? Karena pada masa itu Indonesia di jajah oleh bangsa belanda selama 3.5 abad atau 350 tahun. Selama itu pula orang-orang barat menanamkan budaya sampahnya di Indonesia, yang di kenal dengan istilah 3G (Gold, Glory dan Gospel).

Andaikata pada masa itu bangsa Eropa barat menerima Islam tentunya semua keburukan tidak akan terjadi, mereka tidak akan capek-capek berkoar untuk mendapat kemuliaan. Karena islam sangat memuliaan perempuan. Dalam suatu hadist di jelaskan tentang kemuliaan dan keagungan perempuan, namanya disebut sampai tiga kali menandakan penghormatanya, 3 anak perempuan kemudian ketia-tiganya solehah maka haram kedua orang tuanya terkena “percikan” api neraka, dan masih banyak lagi ayat-ayat dalam Al’Qur’an yang menjelaskan tentang perempuan diantaranya adalah surat Annisa.

Sekarang ini kaum feminism sedang gencar-gencarnya menuntut adanya undang-undang kesehatan Reproduksi Wanita. Yang salah satu poinya menuntut legalisasi aborsi. Gilaaaaa gak sieh….? Nanti yang adanya kumpul kebo’ dimana-mana, kalau hamil pasangannya bosen terus wanitanya di tinggal kemudian aborsi, binatang aja gak sampai kayak gitu.
Bahkan untuk menggoda para muslimah, saat ini muncul feminisme-feminisme beragama islam. Dalam propogandanya, mereka memanfaatkan kekuatan dalil Al-Qur’an dan hadist-hadist untuk menarik simpati. Mereka berusaha membenarkan ide-ide feminisme dengan dalil-dalil yang nampaknya syar’i untuk membenarkan asumsi mereka.

Sejatinya laki-laki dan perempuan itu adalah sama di hadapan Allah SWT  yang membedakan adalah tingkat Katakwaanya. Sekali lagi, satu-satunya jalan yang benar untuk meraih kemuliaan baik untuk laki-laki maupun wanita adalah Islam.. Lembaran-lembaran sejarah telah membuktikan keberhasilan islam dalam mengangkat manusia dari kebodohan menuju kursi kemuliaan.

Kemudian ada bertanya bagaimana Islam memandang wanita yang berkarir….?



Kohati menjelaskan berdasarkan pemahaman adapun hukum wanita berkarir dalam Islam yakni sah-sah saja. Pada masa khalifah Umar bint Khatab beliau mengangkat seorang perempuan sebagai kepala pasar di mekah pada masa itu. Bunda siti Aisyah setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, beliau terjun ke lapangan untuk berperang melawan orang-orang kafir. Begitulah indah dan Agungnya Islam, Dia mengatur dari hal yang kecil sampai persoalan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia. Seperti Perempuan, Islam mengaturnya dari dia sebelum menikah, setelah menikah, menjadi seorang istri, dan menjadi seorang ibu untuk anak-anakny, Islam mengatur semua itu.

Ada yang bertanya, bagaimana kalau suami kita tidak mengizinkan kita berkarir atau bekerja di luar rumah….? Bukanh seorang Istri yang baik harus mengikuti perintah suami…?


Saya tidak akan menjawab, tapi izinkan saya untuk mendiskripsikan semua ini. Apa sih hakikat manusia itu di ciptakan,,,? Kalau boleh KOHATI menjelaskan brdasarkan pemahaman boleh iyaaa... Hablumminallah dan Hablumminannas. Point yang kedua itu yakni memberi manfaat untuk orang lain dengan ilmu dan prilaku terbaik kita. Oleh karenanya perlu ada kesepakatan antara dua belah pihak sebelum menikah.


Jayalah Kohati
Bahagia HMI

1 komentar:

  1. Luar biasa mbak, semoga keharusan kohati dapat mengkohatikan diri, karena citra kekohatian akan tercidarai manakala ketidak sesuaian antara ilmu yang dipelajari dengan aksi nyata.

    Semangat dan lanjutkan ikhtiar
    Salam rindu Kohati Cabang Sumbawa.

    BalasHapus