![]() |
| Kohati dalam Sudut Pandang Feminisme |
KOHATI DALAM SUDUT PANDANG FEMINISME
HMICabangSumbawa47.com_:
feminisme adalah suatu paham yang pertama kali dikenalkan oleh wanita-wanita
dari bangsa eropa barat pada pertengahan abad 16-18 M. Kemudian merambat dan dikonsumsi oleh beberapa kaum wanita di
Indonesia. Secara umum berdasarkan pemahaman Kohati, feminisme adalah suatu
paham atau geraka-gerakan untuk mencapai kesetaraan gender antara laki-laki dan
perempuan. Sebagai reaksi yang timbul pada saat itu di Eropa barat, disebabkan adanya
kesenjangan atau Gap antara hak-hak yang dimiliki oleh kaum laki-laki dan
perempuan diantaranya hak diperlaukan adil, hak mendapatkan pendidikan dan
pekerjaan.
Di Indonesia pandangan orang-orang terdahulu bahwa perempuan tidak
patut mendapat pendidikan tinggi ataupun pekerjaan layak seperti para
laki-laki, karena tempat perempuan adalah di dapur dan di rumah untuk mengurus
suami dan anak.
Pandangan
seperti ini jelas merugikan perempuan. Saya sepakat dalam wilyah ini.
Paham-paham
atau pendangan seperti inilah yang akhirnya mendorong lahirnya gerakan
feminisme. Sperti yang di lakukan oleh Tokoh perempuan R.A Kartini.beliau
sebagai penggerak dan pelopor dalam memperjuangkan hak perempuan agar mendapat
pendidikan dan pekerjaan yang layak pada masa pemerintahan belanda.
Lama
kelamaan faham ini melenceng dari tujuan yang sebenarnya. Lalu bagaimana Kohati
Memandang Feminisme…?
Kohati
memandang Feminisme bukan sebagai kesetaraan gender melainkan kohati
memandangnya sebagai keadilan Gender, Menjadikan Islam sebagai aturan main.
Sayang sekali kebanyakan dari wanita di luar sans dimasa sekarang ini Feminisme
disalah artikan sebagai kebebasan perempuan secara sepenunya. Banyak sekali
perempuan yang tersesat dalam pemikiran bahwa karena perempuan setara, maka
perempuan bisa sama kuatnya secara fisik maupun kekuasaan dengan kaum
laki-laki. Pandangan kaum feminisme menganggap bahwa kemulian wanita atau laki-laki
ditentukan oleh kesetaraan hak dan kewajiban, yang berarti tolok ukurnya adalah
kuantitas aktivitas, bukan kualitas.
Kaum
feminisme terus melakukan propaganda dengan bungkusan-bungkusan indah seperti
jargonya yang sangat meyakinkan “ memperjaungkan hak asasi perempuan dan ingin
mengembalikan perempuan pada kursi yang mulia, memerdekakan perempuan dari
ketertindasan, pengebirian potensi dan sejenisnya”.
Ide-ide
feminisme adalah racun yang berbahaya dan mematikan. Memang benar, wanita harus
di tempatkan pada kursi yang mulia. Agar kursi kemuliaan yang diraih adalah
kemuliaan yang hakiki, maka cara yang digunakan untuk meraihnya adalah harus
benar. Bukan dengan cara batil yang pada akhirnya hanya akan merusak Wanita.
Kerusakan wanita akan menyebabkan kerusakan generasi selanjutnya.
Kohati
menjelaskan Feminisme di Indonesia berdasarkan Islam
Kohati
menjelaskan bahwa feminisme yang terjadi di Negara barat seperti eropa karena
mereka menolak Islam. Budanya mereka merupakan samapah-samapah yang jauh dari
kemuliaan. Dimana penindasan dilakukan terhadap perempuan seperti seks bebas,
penganiaayaan, dan segala tindakan buruk lainya pada wanita eropa pada saat
itu.
Di
Indonesia R. A kartini sebagai penggerak feminisme. Kenapa demikian …? Karena
pada masa itu Indonesia di jajah oleh bangsa belanda selama 3.5 abad atau 350
tahun. Selama itu pula orang-orang barat menanamkan budaya sampahnya di
Indonesia, yang di kenal dengan istilah 3G (Gold, Glory dan Gospel).
Andaikata
pada masa itu bangsa Eropa barat menerima Islam tentunya semua keburukan tidak
akan terjadi, mereka tidak akan capek-capek berkoar untuk mendapat kemuliaan.
Karena islam sangat memuliaan perempuan. Dalam suatu hadist di jelaskan tentang
kemuliaan dan keagungan perempuan, namanya disebut sampai tiga kali menandakan
penghormatanya, 3 anak perempuan kemudian ketia-tiganya solehah maka haram kedua
orang tuanya terkena “percikan” api neraka, dan masih banyak lagi ayat-ayat
dalam Al’Qur’an yang menjelaskan tentang perempuan diantaranya adalah surat
Annisa.
Sekarang
ini kaum feminism sedang gencar-gencarnya menuntut adanya undang-undang
kesehatan Reproduksi Wanita. Yang salah satu poinya menuntut legalisasi aborsi.
Gilaaaaa gak sieh….? Nanti yang adanya kumpul kebo’ dimana-mana, kalau hamil
pasangannya bosen terus wanitanya di tinggal kemudian aborsi, binatang aja gak
sampai kayak gitu.
Bahkan
untuk menggoda para muslimah, saat ini muncul feminisme-feminisme beragama
islam. Dalam propogandanya, mereka memanfaatkan kekuatan dalil Al-Qur’an dan
hadist-hadist untuk menarik simpati. Mereka berusaha membenarkan ide-ide
feminisme dengan dalil-dalil yang nampaknya syar’i untuk membenarkan asumsi
mereka.
Sejatinya
laki-laki dan perempuan itu adalah sama di hadapan Allah SWT yang membedakan adalah tingkat Katakwaanya.
Sekali lagi, satu-satunya jalan yang benar untuk meraih kemuliaan baik untuk
laki-laki maupun wanita adalah Islam.. Lembaran-lembaran sejarah telah
membuktikan keberhasilan islam dalam mengangkat manusia dari kebodohan menuju
kursi kemuliaan.
Kemudian
ada bertanya bagaimana Islam memandang wanita yang berkarir….?
Kohati
menjelaskan berdasarkan pemahaman adapun hukum wanita berkarir dalam Islam
yakni sah-sah saja. Pada masa khalifah Umar bint Khatab beliau mengangkat
seorang perempuan sebagai kepala pasar di mekah pada masa itu. Bunda siti
Aisyah setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, beliau terjun ke lapangan untuk
berperang melawan orang-orang kafir. Begitulah indah dan Agungnya Islam, Dia
mengatur dari hal yang kecil sampai persoalan yang besar dalam tatanan
kehidupan manusia. Seperti Perempuan, Islam mengaturnya dari dia sebelum
menikah, setelah menikah, menjadi seorang istri, dan menjadi seorang ibu untuk
anak-anakny, Islam mengatur semua itu.
Ada
yang bertanya, bagaimana kalau suami kita tidak mengizinkan kita berkarir atau
bekerja di luar rumah….? Bukanh seorang Istri yang baik harus mengikuti
perintah suami…?
Saya
tidak akan menjawab, tapi izinkan saya untuk mendiskripsikan semua ini. Apa sih
hakikat manusia itu di ciptakan,,,? Kalau boleh KOHATI menjelaskan brdasarkan pemahaman boleh iyaaa... Hablumminallah
dan Hablumminannas. Point yang kedua itu yakni memberi manfaat untuk orang lain
dengan ilmu dan prilaku terbaik kita. Oleh karenanya perlu ada kesepakatan
antara dua belah pihak sebelum menikah.
Jayalah Kohati
Bahagia HMI

Luar biasa mbak, semoga keharusan kohati dapat mengkohatikan diri, karena citra kekohatian akan tercidarai manakala ketidak sesuaian antara ilmu yang dipelajari dengan aksi nyata.
BalasHapusSemangat dan lanjutkan ikhtiar
Salam rindu Kohati Cabang Sumbawa.