Selasa, 25 September 2018

KOHATI PELOPOR LITERASI "kohati Cerdas Generasi Beerkualitas"

MILAD KOHATI KE_52 CAB. SUMBAWA


HMI_CabangSu
mbawa.Com_: KOHATI CABANG SUMBAWA Menyelenggarakan Milad Ke-52 dengan tema KOHATI PELOPOR LITERASIKohati Cerdas Generasi Berkualitas” yang merupakan tema yang di intruksikan oleh ketua Umum KOHATI PB Yunda Siti Fatimah Siagian melalui surat edaran yang dilayangkan untuk semua Pengurus KOHATI Cabang Se-Indonesia, Milad tersebut dirangkaian dengan Seminar bertemakan “menyibak Peran Prempuan dalam Mengoptimalkan Kesehatan Produksi”  oleh pengurus KOHATI Cab. Sumbawa dengan pemateri Ibu Sry Haryati dari dinas Kesehatan Sumbawa yang di  laksanakan di Aula Lantai II Universitas STKIP PC Sumbawa Besar Minggu, 23/09/2018.
Dalam kesempatan tersebut Dina Supiani yang merupakan ketua Umum Kohati Cabang Sumbawa menjelaskan terkait tema Milad yang diangkat bahwa salah satu penyebab rendahnya literasi adalah rendanya minat baca masyarakat Indonesia khususnya di kabupaten sumbawa. Berdasarkan data yang di peroleh dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di tahun 2017 tingkat baca masyarakat Indonesia adalah 36.48 persen masuk dalam katagori rendah dan ini merupakan suatu masalah. Yang menajdi pertanyaan penting adalah baaimana mencetak suatu generasi yang berkualitas seperti yang di suarakan ketika tingkat membaca itu rendah?.
Salah satu penyebab rendahnya literasi adalah rendahnya minat baca masyarakat yang disebabkan oleh kurangnya pergerakan yang melopori betapa pentingnya budaya membaca atau menulis yang di tanamkan sejak dini. Tidak bisa di pungkiri bahwa, membaca belum menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat Sumbawa. Oleh karena itu perlu adanya pergerakan berupa tindakan dan mensosialisasikan pentingnya budaya membaca dan diskusi di kalangan Pelajar, dan Mahasiswa karena memilliki nilai-nilai positif yang dapat menunjang pembangunan dan kemajuan bangsa.
Ketumkoh juga menerangkan bahwa dalam sejarah Indonesia perempuan pernah berada pada masa pembodohan, dimana perempuan diperlakukan rendah, hak-hak untuk memperoleh kehidupan yang layak tidak diberikan termasuk hak memperoleh pendidikan. atas semua yang terjadi kita akhirnya mengenal bunda R.A Kartini sebagai pelopor pergerakan Feminisme pada saat itu. Yang memperjuangkan hak-hak dan mengembalikan kemuliaan perempuan di Indonesia di bawan kekangan pemerintahan Belanda.
Perempuan adalah tiang negara. Nabi SAW memberi perumpamaan kepada perempuan bahwa kemakuran suatu bangsa dilihat dari perempuanya, jika perempuanya baik maaka baiklah bangsa tersebut, dan jika perempuanya rusak maka rusaklah negara tersebut. Oleh karena itu kewajiban bagi kaum lelaki jika ingin mendapatk suatu kemuliaan dan kesuksesan dunia akhirat maka peliharalah dan lindungilah kohati (yang artinya perempuan dalam bahasa HMI) tambah tumkoh.
Jayalah Kohati
Bahagia HMI
Go Change Makker.


           



Tidak ada komentar:

Posting Komentar