![]() |
| MILAD KOHATI KE_52 CAB. SUMBAWA |
HMI_CabangSumbawa.Com_: KOHATI CABANG SUMBAWA Menyelenggarakan Milad Ke-52 dengan tema KOHATI PELOPOR LITERASI “Kohati Cerdas Generasi Berkualitas” yang merupakan tema yang di intruksikan oleh ketua Umum KOHATI PB Yunda Siti Fatimah Siagian melalui surat edaran yang dilayangkan untuk semua Pengurus KOHATI Cabang Se-Indonesia, Milad tersebut dirangkaian dengan Seminar bertemakan “menyibak Peran Prempuan dalam Mengoptimalkan Kesehatan Produksi” oleh pengurus KOHATI Cab. Sumbawa dengan pemateri Ibu Sry Haryati dari dinas Kesehatan Sumbawa yang di laksanakan di Aula Lantai II Universitas STKIP PC Sumbawa Besar Minggu, 23/09/2018.
Dalam kesempatan tersebut Dina Supiani yang merupakan ketua Umum Kohati Cabang Sumbawa
menjelaskan terkait tema Milad yang diangkat bahwa salah satu penyebab
rendahnya literasi adalah rendanya minat baca masyarakat Indonesia khususnya di
kabupaten sumbawa. Berdasarkan data yang di peroleh dari Perpustakaan Nasional
Republik Indonesia di tahun 2017 tingkat baca masyarakat Indonesia adalah 36.48
persen masuk dalam katagori rendah dan ini merupakan suatu masalah. Yang
menajdi pertanyaan penting adalah baaimana mencetak suatu generasi yang
berkualitas seperti yang di suarakan ketika tingkat membaca itu rendah?.
Salah
satu penyebab rendahnya literasi adalah rendahnya minat baca masyarakat yang
disebabkan oleh kurangnya pergerakan yang melopori betapa pentingnya budaya
membaca atau menulis yang di tanamkan sejak dini. Tidak bisa di pungkiri bahwa,
membaca belum menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat Sumbawa. Oleh karena
itu perlu adanya pergerakan berupa tindakan dan mensosialisasikan pentingnya
budaya membaca dan diskusi di kalangan Pelajar, dan Mahasiswa karena memilliki
nilai-nilai positif yang dapat menunjang pembangunan dan kemajuan bangsa.
Ketumkoh
juga menerangkan bahwa dalam sejarah Indonesia perempuan pernah berada pada
masa pembodohan, dimana perempuan diperlakukan rendah, hak-hak untuk memperoleh
kehidupan yang layak tidak diberikan termasuk hak memperoleh pendidikan. atas
semua yang terjadi kita akhirnya mengenal bunda R.A Kartini sebagai pelopor
pergerakan Feminisme pada saat itu. Yang memperjuangkan hak-hak dan
mengembalikan kemuliaan perempuan di Indonesia di bawan kekangan pemerintahan
Belanda.
Perempuan
adalah tiang negara. Nabi SAW memberi perumpamaan kepada perempuan bahwa
kemakuran suatu bangsa dilihat dari perempuanya, jika perempuanya baik maaka
baiklah bangsa tersebut, dan jika perempuanya rusak maka rusaklah negara
tersebut. Oleh karena itu kewajiban bagi kaum lelaki jika ingin mendapatk suatu
kemuliaan dan kesuksesan dunia akhirat maka peliharalah dan lindungilah kohati
(yang artinya perempuan dalam bahasa HMI) tambah tumkoh.
Jayalah
Kohati
Bahagia
HMI
Go
Change Makker.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar