![]() |
| Mempertegas Peran KOHATI |
Melalui kedua fungsi ini Kohati dapat menjalan aktifitasnya di dalam
HMI dan di luar HMI untuk mewujudkan tujuan Kohati “Terbinanya muslimah
berkuwalitas insan cita” (PDK: pasal 3) dan tujuan HMI yaitu “Terbinanya
insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan
bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi
Allah SWT” (AD HMI: pasal 4).
Dalam proses perjalanannya Kohati sejak Kohati di dirikan pada
tanggal 2 Jumadil Akhir 1386 H bertepatan dengan tanggal 17 September
1966 M di Solo pada Kongres HMI ke VIII sampai hari ini Kohati mengalami
banyak persoalan baik yang bersifat internal dan eksternal yang mana
persoalan itu membutuhkan sebuah solusi kongkrit agar Kohati secara
kuantitas dan kualitas semakin hari semakin baik dan berkembang.
Dalam lingkup badan Koordinasi Kohati HMI Jawa Timur Kohati berjumlah
16 Cabang penuh dan 1 cabang persiapan yang setiap cabangnya terdapat
ratusan bahkan ribuan anggota Kohati. 17 cabang tersebut meliputi:
Kohati cabang Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, Banyuwangi, Jember,
(Persiapan) Situbondo-Bondowoso, Probologgo, Pasuruan, Malang, Surabaya,
Bojonegoro, Tuban, Jombang, Kediri, Tulung Agung, Ponorogo Dan Pacitan.
Dari seluruh cabang ini pasti memiliki persoalan yang beraneka ragam
ada yang sama dan ada yang tidak tergantung pada budaya setempat.
Untuk mengatasi suatu permasalahan yang terpenting adalah mengetahui
masalahnya dan mencari jalan keluarnya. Masalah yang selama ini cukup
mengakar di Kohati dibagi dua klasifikasi:
Pertama adalah masalah ekternal: sebagian besar Kohati mengalami
krisis kader yang disebabkan oleh kurang minatnya mahasiswi dalam
berorgansisasi sehingga berefek ke HMI dan Kohati dan kurangnya dukungan
dari pihak kampus terhadap eksistensi mahasiswa dalam berorganisasi di
luar kampus.
Kedua adalah masalah internal bahwa banyak anggota Kohati yang kurang
berpasrtisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan Kohati yang dibuat oleh
Kohati cabang atau Kohati Komisariat, kurangnya rasa memiliki dan rasa
mencintai terhadap kohati karena kurangnya partisipasi anggota kohati
inilah sehingga memberikan kesan bahwa kohati kurang menarik.
Kohati sebagai rahim perkaderan HMI akan hadir memberikan solusi dari
setiap masalah yang dihadapi oleh Kohati terutama masalah internal.
Rumusan yang di tawarkan adalah pertama menjalin pendekatan emosial
antara pengurus dan pengurus, pengurus Kohati Badko dan Kohati Cabang,
kohati cabang dan Kohati Komisariat dan pendekatan emosional anatara
pengurus dan anggota.
Alasan dari pendekatan emosional ini agar terciptanya kekeluargaan
yang erat sesama anggota Kohati dengan pendekatan emosional ini akan
membuat para anggota kohati me
rasa nyaman dalam berorganisasi, jika
sudah nyaman maka akan timbul rasa memiliki dan mencitai terhadap Kohati
dengan cara sederhana mulai dari pendekatan emosional, munculnya
kenyaman, rasa memiliki dan mencintai Kohati maka seluruh anggota Kohati
akan sama-sama merawat dan menjaga yang hasilnya akan saling
membesarkan.
Selain cara tersebut ada cara lain yang mana itu adalah hasil dari
cara yang pertama yakni memberangktkan anggota Kohati mengikuti training
formal Kohati seperti Latihan Khusus Kohati (LKK) dan training for
trainer Kohati (TFT Kohati), melalui training formal inilah karakter
kohati di bentuk menjadi muslimah yang ideal sebagaiamana tujuan Kohati
yang tersebut sebelumnya.
Muslimah yang ideal itu mampu berpikir dan bersikap dengan bijak di
era mileneal ini dan menyiapkan dirinya menjadi muslimah terbaik sebagai
putri, istri, ibu dan anggota masyarakat serta dapat menyeimbangkan
antara urusan domistik dan publik yang setiap muslimah akan dihadapkan
pada dua ranah ini. Selain mengikuti training formal Kohati juga
mengikuti training non formal salahsatunya pendidikan pra nikah, publick
speaking, pelatihan kewirausaan dll.
Jika Kohati mampu mengikuti tarining formal dan non formal ini maka
Kohati akan menjadi insan cita seabagaimana yang diharapkan oleh pendiri
HMI yaitu kanda lafran pane.
Oleh: Hotijah, Wakil Sekretaris Bidang Eksternal Kohati Badko Jatim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar